Kritik Islamofobia, Floyd Mayweather Mengenakan Jilbab dalam Kampanye Trump

FLOYD Mayweather, Petinju Amerika, pada hari Rabu pekan ini terlihat menghadiri rapat umum kampanye Donald Trump di Youngstown, Ohio. Ada yang tidak biasa dari penampilan Mayweather kali ini, dimana ia mengenakan jilbab, penutup kepala dan leher yang biasanya dikenakan oleh perempuan Muslim.
Mayweather diperhatikan dan dikerumuni banyak orang, ia menantang setiap mata yang memandangnya.
�Aku hanya seorang gadis Muslim. Siapa yang ingin mencoba meninju seorang Muslim?� tanya Mayweather.
Tidak ada respon atas pertanyannya, kemudian dia mencoba lagi.
�Aku bilang, SIAPA YANG INGIN MENCOBA UNTUK MENINJU SEORANG MUSLIM? AYO, PUKUL AKU! UANG TERSEDIA UNTUKMU!� tegas Mayweather. Namun tak ada seorang pun yang berani untuk memukulnya.
Mayweather kemudian berjalan melalui kerumunan di gedung Aviation, tempat Trump melakukan rapat. Mencari orang-orang dan kemudian bertanya dengan lembut, �Kau punya masalah dengan wanita Muslim?� Seorang pendukung Trump yang mengenakan topi koboi dan kacamata hitam sampul mendekati Mayweather, lalu tiba-tiba ia berbalik arah setelah bertatapan mata dengan Mayweather selama lima detik.
Cerita itu dirilis oleh The Kicker, sebuah situs web komedi olahraga Amerika yang diciptakan oleh Saturday Night Live dengan penulis Bryan Tucker.
Terlepas dari kontroversial penggunaan jilbab dalam foto tersebut, namun sindirian sarkastis itu memang tepat di tujukan kepada Trump, capres Amerika yang sering mengeluarkan isu-isu rasis terutama doktrin Islamofobia dalam kampanyenya.